Menelusuri Jejak Wisata di Desa Srimulyo : Pasar Kebon Empring (Bag.1)
Administrator 13 Januari 2020 12:20:50 WIB
Piyungan, (Srimulyo Post),- Pasar Kebon Empring adalah salah satu obyek wisata yang mulai populer di telinga masyarakat. Bagaimana tidak, spot wisata ini memang menarik untuk dikunjungi. Bukan hanya berwisata, namun tempat ini juga menyuguhkan beraneka macam makanan dan jajanan yang tentunya sangat nyaman di kantong pengunjung. Berada persis di bantaran Kali Gawe, dikelilingi rumpun bambu yang rimbun, diiringi gemiricik suara aliran sungai yang mengalir lembut, tak heran membuat wisatawan enggan beranjak dari tempat duduknya.
Jika dilihat dari segmennya, wisata ini menyasar pada wisata keluarga yang juga ramah terhadap anak-anak. Dilokasi tersebut akan kita temukan alat permainan tradisional seperti bakiak, egrang, dan dakon. Di dalam sungainya pun disediakan kursi untuk duduk dan juga amben. Orang tua bisa mengawasi anaknya langsung ketika sedang bermain di dalam air.
Tak hanya itu, lihat saja deretan menu makanan yang dijajakan para pelapak. Semua menunya lengkap seperti bakso bakar, sosis bakar, lotek, pecel, bakmi, sego wader, sate kere, soto, pecel lele, bakso, nasi puyuh, nasi uduk (sego gurih), siomay, batagor, telur gulung, jenang candil, tempe bacem, bakmi bihun, lotisan buah, jadah dan yang lainnya. Untuk minumannya ada es dawet, es kuwut, jamu kunir asem, jamu beras kencur, aneka jus buah, es tebu, es teh, es jeruk, es campur, es kepal milo, teh poci, dan masih banyak lagi.
Cukup menarik bukan. Tidak berhenti sampai disitu. Ada hal lain lagi yang juga tak kalah menarik tentang Pasar Kebon Empring yaitu sejarah lahirnya. Sejarah awal mula lahirnya obyek wisata ini adalah adanya badai Cempaka. Loh kok bisa??!! Ya, badai Cempaka sempat menerjang sebagian wilayah Desa Srimulyo bebrapa tahun lalu, termasuk di Dusun Bintaran Wetan. Air sungai yang meluap, debit air yang naik, dan tanah yang ikut tergerus membuat jembatan penghubung luluh lantak terbawa arus. Terjadi banjir yang tidak terduga. Warga pun sempat terisolasi beberapa hari. Untuk mengatasi hal ini, beberapa minngu kemudian warga sekitar bergotong royong membangun jembatan gantung. Pada saat itu meskipun tidak menelan korban jiwa, namun bencana ini sangat bedampak bagi warganya. Namun disinilah letak titik balik warga Bintaran Wetan untuk bangkit. Tidak dinyana, jembatan gantung yang dibangun tersebut sangat menarik perhatian orang-orang untuk sekedar datang untuk berselvi atau mencoba berjalan di atas jembatan gantung.
Tidak berlarut-larut terpuruk dengan kesedihan, permulaan bulan Ramadhan di Tahun 2018 Pasar Kebon Empring mulai dibuka untuk umum sebagai obyek wisata. Warga dan pemudanya mempelopori obyek wisata berbasis alam dan kuliner yang menjadi andalan. Mereka menamakan obyek wisata ini dengan nama Pasar Kebon Empring. Berkonsep pasar yang menjual aneka jajanan dan makanan yang dipadukan dengan eloknya potensi alam serta permainan tradisional. Pasar Kebon Empring ini terbilang sukses menarik wisatawan lokal dan domestik.
Selain word of mouth atau iklan dari mulut ke mulut, kekuatan media sosial juga sangat berpengaruh untuk membesarkan nama Pasar Kebon Empring. Sudah hampir dua tahun Pasar Kebon Empring ini dikelola oleh masyarakat dan Pokdarwis hingga sampai saat ini obyek wisata ini terus berkembang. Bahkan Pasar Kebon Empring sering diliput oleh TV lokal dan bebrapa TV Nasional. Untuk hari-hari biasa, Pasar Kebon Empring buka pada pukul 10.00 sampai dengan pukul 18.00 wib sedangkan saat hari libur, tempat wisata ini sudah mulai dibuka pukul 06.00 wib sampai dengan sore hari.
Komentar atas Menelusuri Jejak Wisata di Desa Srimulyo : Pasar Kebon Empring (Bag.1)
Formulir Penulisan Komentar
RPJMDes Desa Srimulyo
Srimulyo Desa Terbaik Partisipasi PTSL di Yogyakarta
Siaran RRI Narasumber Teknologi Informasi Desa
Download Aplikasi Pelayanan
Kunjungi Kami di Sini
Video Mars Desa Srimulyo
Kalender
Video Profil Desa
Tautan
Statistik Kunjungan
Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- PENGUMUMAN KUA KECAMATAN PIYUNGAN
- Pesan Broadcast Puskesmas Piyungan
- Pj. Lurah & Kasi Pemerintahan : Fenomena “Mudik” di Tengah Deraan Virus Corona
- Menyusul Penyemprorotan Disinfektan Mandiri, Warga Ngelosari Bahu Membahu
- FPRB Srimulyo Dampingi Pengiriman Logistik APBN 4 Tenda Gulung
- FPRB Memantau Ada Pergerakan Tanah di Jolosutro Ketika Hujan Lebat
- Carik Srimulyo Nurjayanto, ST. : 6 Kebijakan Kilat Pemdes Hadapi Corona
Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License
